Menu

Desa Bagan Melibur Beberkan Kerja Sama dengan RAPP Kelola 200 Hektare Lahan

Devi 28 Apr 2025, 15:42
Kebun sagu aset Pemdes Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti. Dok Pemdes Bagan Melibur
Kebun sagu aset Pemdes Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti. Dok Pemdes Bagan Melibur

Adapun sagu merupakan komoditas terbesar di Bagan Melibur dan menjadi ikon Kepulauan Meranti. Lebih dari itu, sagu sesuai dengan lahan gambut, bernilai tinggi untuk kelestarian lingkungan dan ekonomi di desa yang dipimpin Isnadi sejak 2019.

Seiring dengan persetujuan warga, mulai 2023 hingga sekarang Pemdes Bagan Melibur tak luput menganggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) pengadaan perkebuanan sagu sebagai Tanah Kas Desa (TKD). Targetnya satu hektare per tahun selama kerja sama berjalan.

Saat ini, Pemdes Bagan Melibur sudah memiliki aset lima hektare kebun sagu dan akan terus diperluas. Bulan depan, akan dimulai pembersihan lahan dan penyisipan tanaman pada areal masih kosong. Perkiraan panen perdana awal 2027.

Melalui aset itu, Pemdes Bagan Libur juga membuka kesempatan kerja baru buat warga karena akan dikelola dengan skema Padat Karya Tunai (PKT). “Yang tidak punya kerjaan bisa kerja di kebun sagu. Kami (Pemdes) akan beri upah layak secara profesional,” ujar Isnadi.

Pemdes Bagan Melibur, menghitung pendapatan baru lewat kebun itu lebih kurang Rp 70 juta dari hasil penjualan tual sagu. Pemasukan itu akan kembali menjadi PADes. Kedepan, Pemdes Bagan Melibur sudah merancang sagu tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Melainkan dikelola sendiri menjadi berbagai produk turunan. Ia akan disinkronkan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Isnadi, juga Sekjen Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi), Kepulauan Meranti, memaparkan kerjasama konsesi itu turut menopang kegiatan sosial desa. Antara lain, pemberian santunan anak yatim, biaya pengobatan warga yang sakit, termasuk menyokong aktivitas gotong royong warga desa. ***

Halaman: 23Lihat Semua