Google Menandatangani Kesepakatan Pembangkit Listrik Tenaga Air Senilai 3 Miliar Dolar, Untuk Apa?
Meningkatnya ketergantungan pada AI, yang membutuhkan pemrosesan data dalam jumlah besar, telah memperburuk kebutuhan akan listrik.
Sebuah laporan dari Badan Energi Internasional (IEA) mencatat bahwa konsumsi listrik dari pusat data tumbuh pesat, didorong oleh aplikasi AI dan kebutuhan komputasi awan lainnya.
Permintaan ini telah menyebabkan perubahan dalam cara perusahaan teknologi menangani pengadaan energi mereka.
Tren pembangkit listrik tenaga air merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengatasi kekurangan energi dan isu-isu keberlanjutan.
Meskipun sebelumnya pembangkit listrik tenaga air belum menjadi fokus utama perusahaan teknologi, kini pembangkit listrik tenaga air mulai mendapat perhatian sebagai solusi potensial.
Microsoft, misalnya, telah menggunakan pembangkit listrik tenaga air untuk pusat datanya selama hampir satu dekade.