Coca-Cola akan Meluncurkan Coke Gula Tebu di AS Karena Harga yang Lebih Tinggi Tingkatkan Keuntungan
Sebuah truk Coca-Cola melintasi pusat kota Los Angeles, California, AS /Reuters
Menariknya, sekitar 61 persen pendapatan Coca-Cola berasal dari pasar internasional, yang terbukti lebih tangguh daripada AS.
Dolar yang melemah juga membantu perusahaan tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan laba tahunan tertinggi sebesar 2 hingga 3 persen.
Baca juga: Angkat Tema Lentera Ramadhan, Tjokro Hotel Pekanbaru Hadir Dengan Konsep All You Can Eat Buffet
Intinya
Meskipun rumor seputar gula tebu Coca-Cola menjadi berita utama, para analis mengatakan bahwa inti permasalahan sebenarnya terletak pada kekuatan harga Coca-Cola.
"Pertumbuhan lebih disebabkan oleh perubahan harga yang meningkat, bukan volume penjualan," kata Jay Woods, Kepala Strategi Global di Freedom Capital Markets, kepada Reuters.
Pada perdagangan siang hari Selasa, saham Coca-Cola turun tipis 1 persen menjadi $69,29.