Polisi Ungkap Hasil Penyelidikan Kematian Diplomat Kemlu, Tidak Ditemukan Unsur Pidana
Pemeriksaan toksikologi yang dilakukan Subdirektorat Toksikologi Forensik Bareskrim Polri tidak menemukan senyawa toksin umum dalam tubuh korban. Namun, ditemukan keberadaan dua jenis senyawa obat, yakni paracetamol dan chlorpheniramine, yang umum terdapat dalam obat flu dan demam.
“Tidak ditemukan adanya kandungan zat berbahaya seperti sianida, arsenik, alkohol, maupun narkoba,” kata AKP Adi Laksono, pemeriksa toksikologi dari Bareskrim Polri. Kedua senyawa yang ditemukan tergolong aman dan biasa digunakan untuk meredakan gejala flu.
Paparan terhadap obat-obatan tersebut menunjukkan bahwa korban kemungkinan besar mengonsumsinya dalam waktu yang relatif dekat sebelum kematian.
Kasus Belum Ditutup
Meskipun penyebab kematian mengarah pada faktor pribadi tanpa keterlibatan pihak lain, penyelidikan masih akan terus dilakukan. Polisi juga masih menunggu hasil pencarian ponsel utama korban dan mengumpulkan informasi tambahan yang mungkin mengarah pada penjelasan lebih lengkap atas kasus ini.
“Kami tidak menutup penyelidikan. Jika ada informasi baru yang relevan dan kredibel, tentu akan ditindaklanjuti,” pungkas Kombes Wira.