Investor Tiongkok Beralih ke Indonesia di Tengah Meningkatnya Ketegangan Perdagangan AS-China
RIAU24.COM - Investor Tiongkok semakin banyak mengalirkan modal ke Indonesia untuk menghindari tarif tinggi AS atas barang-barang Tiongkok, dengan arus masuk dari Tiongkok dan Hong Kong meningkat 6,5 persen tahun-ke-tahun menjadi $8,2 miliar pada paruh pertama tahun 2025.
Pergeseran ini terjadi ketika AS mempertahankan tarif di atas 30 persen untuk impor Tiongkok, sementara ekspor Indonesia menghadapi tarif yang relatif lebih rendah, yaitu 19 persen, setara dengan Malaysia, Thailand, dan Filipina, dan sedikit di bawah Vietnam yang sebesar 20 persen.
Reuters melaporkan bahwa Gao Xiaoyu, pendiri PT Yard Zeal Indonesia yang berbasis di Jakarta, telah melihat lonjakan panggilan telepon dari perusahaan-perusahaan Tiongkok yang ingin beroperasi di negara ini.
"Kami mengadakan rapat dari pagi hingga malam," kata Gao, seraya menambahkan bahwa permintaan real estat industri telah mendorong kenaikan harga gudang dan properti sebesar 15 persen hingga 25 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2025, menandai kenaikan tercepat dalam dua dekade.
Kawasan industri Subang Smartpolitan yang luas di Jawa Barat telah dibanjiri permintaan dari produsen Tiongkok, mulai dari produsen mainan dan perusahaan tekstil hingga produsen kendaraan listrik.
Kedekatan provinsi ini dengan pelabuhan laut dalam Patimban menjadi daya tarik utama bagi investor yang mencari akses pasar cepat.