Prabowo Beberkan Keuntungan Besar yang Belanda Dapat saat Jajah Indonesia
RIAU24.COM - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan kembali masa ketika Belanda pernah menjadi salah satu negara terkaya di dunia berkat penjajahan di Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat membacakan pidato RUU APBN 2026 dan Nota Keuangan di Gedung MPR, Senayan, Jumat (15/8/2025).
"Research dari Universitas Oxford menceritakan kepada kita bahwa mereka, Belanda yang memegang dan menduduki Indonesia, selama mereka duduki Indonesia, Nusantara GDP per kapita mereka tertinggi di dunia," kata Prabowo.
Meski tidak ada catatan tunggal yang benar-benar mencakup seluruh perhitungan keuntungan Belanda dari Nusantara, sejumlah periode sejarah memberi gambaran betapa besar kekayaan yang mereka raih.
Jejak kekayaan itu bisa ditelusuri sejak awal abad ke-17. Pada 1603, Belanda melalui VOC membangun kantor dagang pertama di Banten. Dua tahun kemudian, Portugis menyerahkan Ambon, yang lalu menjelma menjadi pusat perdagangan VOC.
Menjelang pertengahan abad ke-17, VOC tumbuh menjadi raksasa dagang dengan pusat di Batavia. Perusahaan punya 150 kapal niaga, 40 kapal perang, 50 ribu pegawai, dan 10 ribu tentara. Mereka bahkan menjadi pionir penerbitan saham di dunia dengan dividen tahunan mencapai 40 persen.
Semua ini tentu menggambarkan seberapa banyak uang VOC hasil mengeruk bumi Indonesia.