Tingkat Pertumbuhan CPO Indonesia Cenderung Stagnan
Ia mengungkapkan, kedudukan sawit sebagai yang terproduktif dan termurah, sangat berpotensi disalip komoditas lain. Hal tersebut tentunya akan berisiko, tidak hanya bagi industri sawit nasional itu sendiri, namun juga untuk ekonomi bangsa hingga kesejahteraan petaninya.
Lebih jauh, Jatmiko menegaskan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dicanangkan pemerintah bisa menjadi game changer dalam mendongkrak produksi minyak sawit nasional. Sebab, kebun sawit rakyat yang secara komposisi memiliki porsi terbesar dari luas perkebunan sawit di Indonesia, produktivitas CPO-nya berada jauh dibawah pelaku sawit lain akibat usia tanaman yang sudah tua.
“Sawit rakyat protasnya hanya berkisar di 2 - 3 ton CPO per hektare per tahun. Terkendala akibat usia tanaman yang kebanyakan tua bahkan renta. Tapi realisasi PSR nasional sebagai solusinya, ternyata sangat jauh dari sasaran. Rata-rata dibawah 50% pertahun. Itu kenapa penting bagi kita bersama untuk memperluas dan mengakselerasi PSR,” ucapnya.
Mantan Direktur Utama PTPN V yang sekarang disebut PTPN IV Regional III itu kemudian mengakui bahwa pihaknya memiliki tugas khusus mengenai PSR, yang sejatinya nyata dijalankan secara konsisten sejak dirinya memimpin PTPN V Riau tahun 2019 silam.