Tere Liye Sindir Sri Mulyani soal Gaji Guru: Anak-Anak Dikasih MBG Aja, Besok Pintar Semua
Dia juga membeberkan bahwa skor PISA nasional rendah. Kualitas pendidikan rendah. Mau nyalahin pemerintah Mikir dong! Kalian kan yang tiap hari ketemu murid, masa' salah Presiden. Salah Menteri-nya. Yang ngajar kan kalian. Itu tuh salah guru-gurunya jika anak-anak tidak bisa baca, berhitung tidak bisa.
"Guru itu memang beban negara. Itu fakta. Banget. Sementara kontribusinya apa? Betulan ngajar dengan serius? Betulan pengen anak-anaknya pintar? Sudah rahasia umum, guru itu profesi pilihan terakhir, gara-gara tidak bisa jadi pegawai BUMN, tidak bisa jadi pejabat, tidak bisa jadi ini itu, baru deh, honorer guru, syukur-syukur besok jadi ASN. Ngaku sajalah," sindir Tere Liye.
"Saya setuju sekali dengan pernyataan guru itu beban negara. Sudah saatnya masyarakat luas ikut menanggungnya. Pemerintah itu banyak beban yang lebih penting dan mendesak. Ngasih makan 600 lebih anggota DPR/DPD, hampir 100 menteri+wamen, ribuan anggota DPRD, bahkan termasuk petinggi-petinggi, manajamen BUMN, itu semua jauh lebih penting. Pun tukin-tukin untuk posisi yang lebih strategis githu lhoh," sindir Tere Liye lagi, aroma sarkas makin terasa.
"Kalian? 3 juta! Cuma remah-remah rengginang tidak penting. Hanya beban. Anak-anak Indonesia itu cukup dikasih MBG, besok-besok pinter semua. Nggak perlu kalian!" tutup Tere Liye.
(***)