Syahganda Nainggolan Sebut Prabowo Ditarget 2 Tahun Turun Tahta
Di Raja Ampat sengketa nikel kembali menyeruak, disusul pengurangan subsidi gas melon tiga kilogram tanpa sosialisasi, yang langsung berdampak pada harga pasar.
Seolah tidak ada jeda, masyarakat dihadapkan pada serangkaian isu yang menimbulkan persepsi instabilitas.
Dalam pandangan Syahganda Nainggolan, aktivis dan pengamat politik, pola semacam itu jelas menunjukkan operasi yang digarap dengan sengaja.
“Cara menurunkan Prabowo adalah dengan menghancurkan rasa cinta rakyat. Itu yang mereka mainkan sejak Januari, isu demi isu, sehingga publik merasa lelah dan kehilangan simpati,” ujarnya. Menurutnya, pola ini bukan hal baru dalam politik Indonesia, tetapi kali ini dijalankan dengan kecepatan dan intensitas yang lebih rapat. “Setiap bulan selalu ada isu besar. Tidak mungkin itu kebetulan. Ini by design,” tambahnya.
Syahganda juga menilai, aktor utama di balik serangan politik terhadap Prabowo adalah kelompok oligarki yang kehilangan akses setelah kebijakan tegas pemerintah mengembalikan jutaan hektar lahan sawit ilegal dan aset tambang.
“Mereka sakit hati. Uang ratusan triliun yang selama ini mereka kuasai hilang begitu saja karena negara mengambil alih. Maka satu-satunya cara adalah menyerang legitimasi Prabowo di mata rakyat,” kata dia.