DPRD Bengkalis Ikut Rakornas Produk Hukum Daerah 2025
Ia berharap ilmu yang diperoleh melalui Rakornas ini dapat menjadi inspirasi untuk kemajuan Kabupaten Bengkalis.
“Mudah-mudahan hasil Rakornas ini bisa kita aplikasikan dalam upaya membangun daerah,” tutup H. Misno.
Sementara itu, Ketua Bapemperda Kabupaten Bengkalis, Erwan, menambahkan bahwa dalam Rakornas ini juga dibahas strategi penguatan fiskal daerah. Menurutnya, Bengkalis harus mulai berinovasi dalam menggali potensi PAD agar tidak terlalu bergantung pada transfer dari pusat seperti Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Dalam pemaparan yang disampaikan, kita melihat contoh daerah seperti Kabupaten Badung di Bali yang 90% pendapatan daerahnya berasal dari PAD, sehingga sangat sedikit bergantung pada dana transfer pusat,"ujarnya.
"Begitu juga dengan Kabupaten Gianyar, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bekasi yang memiliki kemandirian fiskal kuat. Ini menjadi contoh bahwa kita harus berani mencari potensi baru agar tidak kesulitan jika suatu saat dana pusat berkurang atau penggunaannya dibatasi,” jelas Erwan.
Ia menegaskan bahwa ketergantungan pada dana transfer dapat menjadi risiko serius bagi keberlangsungan pembangunan daerah jika terjadi pengurangan alokasi dari pusat.