Menu

Ketika Algoritma Bertemu Intuisi Insinyur: Kisah PHR Mengelola Defisit Energi di Blok Rokan

Zuratul 4 Feb 2026, 08:21
Pekerja PHR tengah melakukan peninjauan di salah satu fasilitas produksi di WK Rokan. (Istimewa)
Pekerja PHR tengah melakukan peninjauan di salah satu fasilitas produksi di WK Rokan. (Istimewa)

"Di sinilah peran PRIME menyusun strategi ramp-up. Mereka melakukan kalkulasi perkiraan produksi berdasarkan ketersediaan gas yang ada. Ini seperti mengatur lalu lintas udara yang sangat padat dengan bahan bakar terbatas," jelas Desy.

Sebuah orkestrasi rumit menyeimbangkan frekuensi listrik dengan beban pompa yang tersebar di wilayah kerja seluas 6.200 kilometer persegi.

Kalkulasi di Tengah Tekanan

Dengan kalkulasi engineering yang matang, keputusan pahit namun strategis diambil: aliran listrik ke fasilitas pendukung dan sumur-sumur marginal (berproduksi rendah) harus "diistirahatkan" sementara. Energinya dialihkan sepenuhnya untuk menjaga denyut nadi sumur-sumur prioritas.

Hasilnya? Data IMT menunjukkan sebuah fenomena ketahanan yang luar biasa. Meski kehilangan daya setara satu kota kecil, PHR berhasil menjaga lebih dari 7.000 sumur prioritas tetap beroperasi tanpa henti.

"Kami kehilangan sebagian potensi produksi, itu fakta yang tak terelakkan. Tapi strategi ini berhasil mencegah kerugian yang jauh lebih masif. Kami menyelamatkan aset vital negara dari kerusakan permanen," tambah Desy.

Halaman: 345Lihat Semua