Benarkah VOC Bangkrut Karena Orang Indonesia?

RIAU24.COM - Sejarawan Hendaru Tri Hanggoro menjawab dugaan warganet soal penyebab perserikatan dagang Belanda di Indonesia, Verrningde Oost Indiscshe Compagnie (VOC) yang bangkrut pada 1799 disebabkan oleh pekerja Indonesia.
Menurutnya, kebangkrutan VOC disebabkan oleh pegawai pada jabatan tinggi dan rendah yang melakukan korupsi dikutip dari kompas.com, Senin 24 Maret 2025.
"Bukan pekerja lokal yang bermental korup, tapi pegawai tinggi VOC yang punya korupsi," sebutnya.
Menurutnya, praktik korupsi di jajaran petinggi VOC terjadi ketika perserikatan dagang tersebut mengalami keuntungan yang melimpah, yakni sekitar pertengahan abad ke-18 atau 1750-an.
Kala itu, pejabat tinggi VOC melakukan korupsi dengan memanfaatkan posisinya untuk keuntungan bisnis pribadi melalui perdagangan gelap.
Praktik tersebut juga dilakukan oleh jajaran gubernur yang merupakan orang Belanda.
"Jadi, mereka pakai sumber daya VOC, seperti kantor, gudang, kapal, dan sebagainya untuk melakukan perdagangan pribadi," sebutnya.
Hal serupa juga dilakukan pegawai rendahan yang bekerja di VOC.
Hal ini dilakukan karena mereka menerima gaji yang terlalu kecil.
Adapun pegawai rendah di VOC adalah pencatat gudang, pengumpul pajak atau penyerahan wajib, dan pekerja kasar lainnya.
Pekerjaan ini diisi oleh golongan yang tidak membutuhkan banyak keahlian yang mayoritas berasal dari Eropa.
"Itu biasanya diisi oleh orang-orang Eropa yang pendidikannya kurang dan di negaranya sendiri enggak punya masa depan. Ada yang dari Jerman, Belanda, Perancis, dan sebagainya," sebutnya.