Anggota Parlemen Inggris Menekan PM Starmer untuk Mengakui Palestina Sebagai Sebuah Negara

Amastya 27 Jul 2025, 20:10
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer /AFP
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer /AFP

RIAU24.COM - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer terus menolak seruan untuk mengakui negara Palestina, meskipun ia telah mengonfirmasi rencana pemerintahnya untuk mengirimkan bantuan melalui udara ke Gaza dan mengevakuasi anak-anak yang membutuhkan akses medis untuk membantu meringankan apa yang disebut Downing Street sebagai situasi yang memprihatinkan.

Laporan menunjukkan bahwa di tengah kelaparan massal di Gaza, PM Inggris menghadapi tekanan dari dalam kabinet dan anggota parlemennya untuk mengakui negara Palestina, sekitar 221 anggota parlemen sepertiga dari Dewan Rakyat telah menandatangani surat yang mendesaknya untuk mengakui negara Palestina pada hari Sabtu (26 Juli).

Negara Palestina

Seiring Gaza semakin terpuruk dalam mimpi buruk kemanusiaan, lebih dari 221 anggota parlemen Inggris, termasuk anggota jajaran terdepan Perdana Menteri, telah menandatangani surat yang mendesaknya untuk membuat pengumuman resmi pengakuan negara Palestina pada konferensi PBB minggu depan.

Dorongan terkoordinasi ini, yang dipimpin oleh anggota parlemen dari Partai Buruh, Sarah Champion, mendesak pemerintah Inggris untuk segera menindaklanjuti komitmen jangka panjangnya terhadap solusi dua negara.

"Kami berharap hasil konferensi ini adalah Pemerintah Inggris akan menguraikan kapan dan bagaimana mereka akan bertindak sesuai komitmen jangka panjangnya terhadap solusi dua negara; serta bagaimana mereka akan bekerja sama dengan mitra internasional untuk mewujudkannya," ujar para menteri.

Menurut Mirror, Champion mengakui bahwa pengakuan saja tidak akan mengakhiri penderitaan di Gaza, tetapi mengatakan bahwa hal itu akan menjadi langkah penting menuju solusi dua negara dan pada akhirnya mengakhiri perang.

"Pengakuan ini akan mengirimkan pesan simbolis yang kuat bahwa kami mendukung hak-hak rakyat Palestina, bahwa mereka tidak sendirian, dan mereka perlu tetap berharap bahwa ada jalan menuju perdamaian dan keamanan abadi bagi rakyat Israel dan Palestina," ujarnya.

Upaya Inggris untuk meringankan krisis kemanusiaan di Gaza

Dalam opini yang diterbitkan Jumat malam, Starmer mengakui kengerian yang terjadi di Gaza.

"Ini adalah bencana kemanusiaan. Dan ini harus diakhiri sekarang," tulisnya.

“Kami mengerahkan segala daya upaya untuk segera mengirimkan makanan dan dukungan yang menyelamatkan nyawa bagi rakyat Palestina," tambahnya.

Namun, terkait pengakuan Palestina sebagai negara merdeka, Starmer mengatakan momen tersebut harus datang sebagai bagian dari jalan menuju perdamaian abadi di kawasan tersebut.

"Ini harus menjadi bagian dari rencana yang lebih luas yang pada akhirnya menghasilkan solusi dua negara dan keamanan abadi bagi Palestina dan Israel," tulisnya.

Starmer mengatakan, “ini adalah cara untuk memastikan bahwa pengakuan tersebut menjadi alat yang berdampak maksimal untuk meningkatkan kehidupan mereka yang menderita yang harus selalu menjadi tujuan akhir kita."

(***)