Sri Mulyani, Si Ratu Utang yang Betah Terapkan Sistem Kolonial
RIAU24.COM - Kritikus politik, Faizal Assegaf menyinggung keberadaan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mempertahankan semangat penjajahan dalam bentuk pajak.
"Sri Mulyani masih dipertahankan sebagai Ratu Utang di sumbu kekuasaan," ujarnya dikutip dari rmol.id, Kamis, 14 Agustus 2025.
Praktik kolonialisme kini tidak hanya bertahan di pusat kekuasaan, tetapi juga menjalar ke daerah melalui kebijakan yang lahir dari otonomi daerah.
"Otonomi daerah yang mestinya mandiri justru dimanipulasi sebagai basis penindasan," sebutnya.
Hal ini disampaikannya karena menganggap pajak merupakan warisan kejahatan kolonialisme.
"Padahal, negara begitu kaya potensi alam, tapi pajak masih menjadi warisan kejahatan kolonialisme secara brutal," ujarnya.
Warisan kolonial lainnya yakni Bupati Pati, Sudewo menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250 persen.
Dia yakin, hal itu terjadi sebagai cermin ketidakadilan yang berlangsung terus-menerus.
"Pergolakan rakyat di Pati, Jombang, dan daerah lain adalah gambaran realitas ketidakadilan, dipicu oleh settingan kebijakan culas yang berkelanjutan," ujarnya.