Menu

Sebut Algoritma BuzzerRp Memecah Belah Bangsa, Tifatul Sembiring: Menyerang Tak Pandang Orang

M. Iqbal 24 Aug 2020, 16:04
Mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring
Mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring

RIAU24.COM - Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring menyebutkan jika keberadaan para buzzerRp merupakan untuk memecah belah bangsa.

Seperti dilihat melalui akun Twitternya, dia menyebutkan keberadaan buzzer tersebut hanbya untuk melakukan provokasi, menyerang jika ada yang berbeda dengan pihaknya serta melakukan fitnah.

"Algoritma buzzerRp ini memecah belah bangsa: Memprovokasi tanpa basa basi, menghakimi tanpa bukti, mencela jika beda, memfitnah tak kenal lelah, menyerang tak pandang orang," kata dia.

Tifatul menyebutkan, seharusnya apa yang dilakukan oleh para buzzer tersebut harus dihentikan.

"Cara2 spt ini mesti dihentikan, krn mengancam persatuan...," kata dia lagi.

Netizen pun turut mengomentari kicauan mantan Presiden PKS tersebut. Ini kata netizen.

"Penguasa  gunakan buzzeReceh untuk merubah konflik vertikal menjadi konflik horisontal. Siapa saja "rakyat biasa" yg berani kritik penguasa, rame2 akan diserbu "rakyat lainnya". Menjadikan penguasa merasa tdk ada yg keliru dg dirinya. Akhirnya kegagalan demi kegagalan yg didpt," komentar salah satu netizen.

"Ujung2nya duit om...demi beli beras BuzzeRp ga akan segan2 memprovokasi, hoax,  menyerang org yg nyinggung majikannya... demi perut, masa bodoh persaudaraan dan persatuan...," kicau netizen lainnya.

"Walaupun tanpa buzzerRp, tetap aja di Twitter akan ada dua kubu yg pro pemerintah dengan yg oposisi, awal perpecahan ini berawal dari pilkada DKI dan berlanjut hingga sekarang," tulis netizen.