Menu

Dustin Tiffani Ternyata Pernah Ditempel Hantu Genderuwo

Riki Ariyanto 25 Feb 2021, 15:53
Dustin Tiffani Ternyata Pernah Ditempel Hantu Genderuwo (foto/int)
Dustin Tiffani Ternyata Pernah Ditempel Hantu Genderuwo (foto/int)

RIAU24.COM - Nama Dustin Tiffani banyak dikenal di youtube. Hal itu setelah videonya bersama Coki dan Muslim ramai ditonton sebab kocak. 

Setelah itu Dustin banyak diundang ke stasiun TV swasta hingga jadi kawan kolaborasi para artis di youtube. Seperti beberapa waktu lalu Dustin Tiffani diundang Abdel Achrian. 

Dalam video berdurasi satu jam lebih dengan judul 'Dustin Tiffani (Part2) -Pernah Kerja Di Cuci Steam' ternyata pernah mengalami kisah mistis. Dustin sebut mengaku pernah tertempel anak Genderuwo. 

"Saya pernah ditempel Genderuwo, cing," sebut Dustin. 

"Hah, gimana ceritanya?" sebut Abdel Achrian kaget. 

"Jadi waktu kecil, kita kan enggak boleh habis Azhar, jangan tidur. Nah kita tidur dalam kondisi di luar mendung dan hawa di rumah lembab. Sebelum jam 5 bangun, punggung kita rasanya berat dan panas. Tapi kita paksa main bola, main bola semua dingin cuma punggung panas. Terus pulang. Waktu mandi juga yang lain dingin, tapi punggung terasa panas," cerita Dustin. 

"Kemudian diobat, merokok tiga isapan. Langsung enak, enggak tau kenapa harus 3 kali (isap rokok)," sebut Dustin Tiffani.

"Akhirnya malamnya tidur di samping orang tua. Kita dikagetkan dengan genderuwo ibu bapaknya. Kita lihat orang tua (genderuwo) muncul asap dengan mata, satu nyengir ada taring satu lagi enggak. Ternyata (genderuwo) masuk ke tubuh, keluar dari kaki kayak kena sentruman. Langsung plong. Mungkin dia jemput anaknya," cerita Dustin panjang lebar. 

Mendengar itu Abdel Achrian penasaran, "Siapa yang ngobatin?"

"Ada om saya. Dia bisa ngobatin, tapi enggak mau di ekspos. Alhamdulillah sekarang (genderuwo) enggak ada," jawabnya dalam video berjudul 'Dustin Tiffani (Part2) -Pernah Kerja Di Cuci Steam'. 

Selengkapnya bisa ditonton di kanal YouTube @Abdel Achrian. Tonton sampai tuntas agar tidak terjadi salah paham.