Kisah Haru Seorang Badut Jalanan, Berjuang Untuk Bertahan Hidup di Tengah Pandemi
Foto : istimewa
Memang, para badut-badut jalanan lebih memilih lokasi trafic light dengan durasi lampu merah yang lama.
Sambil memutar musik dari sebuah tape dan speaker portable mereka berjoget di depan antrean kendaraan yang menunggu lampu hijau. Pelakonnya juga banyak bocah-bocah dibawah umur.
Baca juga: Panen Raya Nasional di Rutan Pekanbaru, Wujud Pembinaan Warga Binaan dan Dukungan Ketahanan Pangan
zxc3
Begitu lampu lalin menjadi warna hijau, kembali ia duduk, lalu membuka kostum boneka bagian kepala, untuk sekedar menghirup udara segar sambil menunggu lampu rambu berubah kembali berwarna merah.
Menjadi badut jalanan sudah menjadi pekerjaan Bunga setiap harinya sejak lima bulan belakangan ini.
Ia mengaku menjadi badut jalanan setelah diajak oleh teman-temannya, untuk menutupi kebutuhannya sehari-hari terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.