Kisah Warga Suriah yang Berjuang Untuk Bertahan Hidup di Kamp Gurun Tanah tak Bertuan
Foto : Aljazeera
“Kekurangan makanan membunuh kami,” kata Ahmad, seorang warga kamp yang telah terjebak di sana selama tujuh tahun, menggunakan nama samaran untuk alasan keamanan.
Ahmad mengatakan kepada Al Jazeera bahwa istrinya baru-baru ini keguguran bayinya saat hamil lima bulan dan orang tuanya yang sudah lanjut usia dalam kondisi kesehatan yang buruk.
Baca juga: Pesawat Jet Kepala Militer Libya Jatuh, Inilah yang Berhasil Dievakuasi oleh Pihak Berwenang
“Tidak ada apa-apa di kamp. Tidak ada dokter profesional. Orang meninggal dan kami tidak tahu penyebab kematiannya,” kata Ahmad.