Prabowo Beri Petunjuk Soal Perombakan Kabinet Usai Evaluasi Kinerja 100 Hari
RIAU24.COM - Presiden Prabowo Subianto mengisyaratkan pada hari Rabu bahwa ia siap untuk mengatur ulang kabinetnya setelah menilai kinerja para menterinya selama 100 hari pertama masa jabatannya.
Dilantik pada tanggal 20 Oktober, Prabowo secara resmi menandai 100 hari jabatannya sebagai presiden pada tanggal 28 Januari.
"Saya sudah berkali-kali peringatkan, siapa saja yang tetap keras kepala dan tidak mau memenuhi tuntutan rakyat, tidak mau menegakkan pemerintahan yang baik dalam 100 hari pertama, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada saya," kata Prabowo dalam pidatonya di acara peringatan 102 tahun Masehi Nahdlatul Ulama, organisasi Islam terbesar di Indonesia, di Jakarta.
Presiden menambahkan bahwa prioritas utamanya adalah membangun "pemerintahan yang bersih dan pro-rakyat" yang bebas dari korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
"Kami berusaha bersabar selama 100 hari pertama, memberi kesempatan kepada seluruh aparatur dan lembaga negara untuk mengoreksi diri. Bersihkan diri kalian, atau kami yang akan mendatangi kalian," katanya.
Berbicara kepada wartawan setelah acara tersebut, Prabowo menegaskan kembali komitmennya terhadap pemerintahan yang berpusat pada rakyat.
"Kami hanya melayani rakyat. Jika ada yang keberatan bekerja untuk rakyat, mereka harus minggir," katanya.
Ketika ditanya apakah ia sedang mempertimbangkan perombakan kabinet, Prabowo menjawab: “Saya sudah mengatakannya dalam bahasa Indonesia yang lugas.”
Prabowo memimpin kabinet yang terdiri dari 109 orang, 48 kementerian, dan sedikitnya lima lembaga negara -- yang terbesar dalam sejarah Indonesia. Kabinet ini meliputi menteri, wakil menteri, jaksa agung, kepala polisi, panglima angkatan bersenjata, dan kepala lembaga negara. ***