Megawati Tarik Semua Kader PDI-P dari Program Retret Presiden Prabowo Subianto Usai Penangkapan Hasto

RIAU24.COM - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri pada hari Kamis memerintahkan semua gubernur, wali kota, dan bupati terpilih dari partainya untuk menarik diri dari program retret Presiden Prabowo Subianto, beberapa jam setelah penangkapan ajudan dekatnya, Hasto Kristiyanto, atas tuduhan korupsi.
Arahannya itu muncul hanya sehari setelah para pemimpin daerah terpilih dijadwalkan menghadiri retret curah pendapat di Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah, bersama presiden dan tokoh penting lainnya.
Sebelumnya pada hari itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menahan Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto, dengan tuduhan menyuap penyelenggara pemilu dan menghalangi keadilan.
“Diinstruksikan kepada seluruh pimpinan daerah dan wakil rakyat untuk menunda perjalanan menuju tempat peristirahatan di Magelang yang dijadwalkan pada tanggal 21-28 Februari 2025. Bagi yang sudah dalam perjalanan agar menghentikan perjalanan dan menunggu instruksi lebih lanjut,” demikian bunyi surat edaran yang ditandatangani Megawati.
Arahan itu juga menginstruksikan pejabat terpilih PDI-P untuk tetap bersiaga dan menjaga perangkat komunikasi mereka tetap aktif.
Pergeseran ke Oposisi?