Menu

PTPN IV PalmCo Dukung Rehabilitasi Orang Utan Kalimantan

Devi 4 Jul 2025, 15:25
PTPN IV PalmCo Dukung Rehabilitasi Orang Utan Kalimantan
PTPN IV PalmCo Dukung Rehabilitasi Orang Utan Kalimantan

RIAU24.COM - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo memperluas kontribusinya pada bidang konservasi dengan mendukung program rehabilitasi Orang Utan Kalimantan yang terancam punah.

Melalui kemitraan dengan lembaga konservasi Borneo Orang Utan Survival Foundation (BOSF), PalmCo mendukung proses rehabilitasi penuh bagi sejumlah orang utan, yang bernama Oka, Christina, dan Zahri.

“Langkah ini adalah salah satu bagian dari komitmen kami untuk menjadikan keberlanjutan sebagai aksi nyata yang berdampak pada lingkungan dan spesies asli Indonesia,” kata Direktur Utama PTPN IV Palmco, Jatmiko Santosa, dalam keterangan, yang diterima, Rabu (02/7/2025).

Ketiga orang utan tersebut merupakan individu yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, sebagian merupakan korban pemeliharaan ilegal, perdagangan, hingga perampasan habitat.

Setelah melalui proses panjang, kini ketiganya menunjukkan kemajuan signifikan dan tengah memasuki tahap akhir sebelum kembali ke hutan bebas.

Jatmiko menyampaikan bahwa pelestarian spesies seperti orang utan harus dipandang sebagai bagian dari tanggungjawab ekologis perusahaan, bukan sekadar kegiatan filantropi.

Program konservasi yang didukung PalmCo bersama Foundation mencakup tahapan panjang dan kompleks. Orang utan seperti Oka dan Christina harus menjalani karantina, pemeriksaan medis, hingga proses rehabilitasi yang dikenal sebagai Sekolah Hutan.

Di sinilah mereka diajarkan kembali cara memanjat, mencari makanan alami, mengenali bahaya, dan hidup mandiri. Proses tersebut bisa memakan waktu hingga delapan tahun, sebelum mereka benar-benar siap untuk dilepasliarkan ke habitat alami yang aman dan terlindungi.

Oka misalnya, ditemukan dalam kondisi lemah dan positif hepatitis B pada 2018. Setelah perawatan intensif dan pelatihan panjang di pusat rehabilitasi, ia kini dikenal sebagai penjelajah aktif di Pulau Bangamat, sering berpindah-pindah bersama teman-temannya.

Christina, yang dulunya dipelihara dan diperlakukan selayaknya bayi manusia dan diberi makanan seperti nasi dan permen, kini sudah mandiri dan aktif menjelajah pohon-pohon tinggi di Pulau Salat.

Sedangkan Zahri, orang utan jantan hasil sitaan dari warga kini dikenal sebagai penjelajah soliter yang cerdas dan tangguh, ahli dalam mencari pakan alam di hutan.

Seorang anggota tim rehabilitasi BOS Foundation Hendra Wijaya yang terlibat langsung dalam pengawasan ketiganya menyebutkan bahwa perkembangan mereka sangat menggembirakan.

“Oka semakin berani menjelajah dan sudah membangun sarangnya sendiri. Christina kini lebih percaya diri, meski tetap cenderung menyendiri. Zahri bahkan sudah tidak terlalu bergantung pada platform pakan. Ketiganya menunjukkan insting liar yang kuat dan kesiapan untuk hidup bebas,” ujar Hendra. ***