Rocky Gerung: Indonesia Masuk Pasar Gelap Keadilan, Kelas Menengah Rontok, Pemerintah Diam
Menutup pernyataannya, Rocky menyinggung isu penempatan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka untuk “berkantor di Papua”. Ia menyindir bahwa keputusan tersebut bisa saja dibaca sebagai “magang geopolitik” yang beraroma pembuangan politik.
“Kalau memang serius, biar saja Gibran tinggal di Papua sampai 2029. Kalau mau jadi RI2, ya sekalian saja bangun IKN Kedua di Fakfak,” kata Rocky dengan nada satir.
Rocky mengakhiri kritiknya dengan menyatakan bahwa negara harus berhenti bersolek dengan angka dan mulai melihat kenyataan sosial.
“Negara ini seperti sibuk menata dashboard mobil, padahal bensinnya habis. Kalau terus seperti ini, rakyat akan mencari keadilan di jalanan. Dan ketika suara emak-emak sudah menggema karena dapur kosong, maka elite pun tak bisa lagi sembunyi,” pungkasnya.
(***)