Menu

Kabupaten Bengkalis Alami Penurunan Siginifikan Stunting Dari 17,9 Persen Menjadi 12,5 Persen

Dahari 12 Aug 2025, 11:32
Kabupaten Bengkalis Alami Penurunan Siginifikan Stunting Dari 17,9 Persen Menjadi 12,5 Persen
Kabupaten Bengkalis Alami Penurunan Siginifikan Stunting Dari 17,9 Persen Menjadi 12,5 Persen

RIAU24.COM - BENGKALIS - Prevalensi stunting di Kabupaten bengkalis" class="text-tags text-success text-decoration-none">Bengkalis mengalami penurunan signifikan dari 17,9 persen pada tahun 2023 menjadi 12,5 persen di tahun 2024.

Meskipun demikian, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten bengkalis" class="text-tags text-success text-decoration-none">Bengkalis, Ersan Saputra diwakili Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkalis, H. Hambali, menegaskan bahwa penanganan stunting masih memerlukan komitmen dan gotong royong dari semua pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan Hambali saat membacakan laporan tertulis Ketua TPPS dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Ruang Rapat Bappeda, bengkalis" class="text-tags text-success text-decoration-none">Bengkalis, pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Dalam laporannya, Hambali menekankan bahwa upaya pengentasan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab instansi terkait saja.

"Tanpa komitmen, kemauan, dan gotong royong semua pihak, penurunan stunting tidak akan tercapai secara maksimal," ujarnya.

Hambali mengajak seluruh elemen, mulai dari masyarakat, sektor swasta, organisasi non-pemerintah, dunia usaha, dunia kerja, perguruan tinggi, serta pihak-pihak lain yang memiliki keunggulan dan daya saing untuk membangun sinergi, kolaborasi, dan akselerasi. Hambali juga menyoroti pentingnya evaluasi dan perencanaan yang matang.

Halaman: 12Lihat Semua