Tingkat Pertumbuhan CPO Indonesia Cenderung Stagnan
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa saat mengundang puluhan petani sawit dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia untuk mengunjungi kantor pusatnya di Jakarta, belum lama ini. (Foto Ist)
RIAU24.COM - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, sub Holding PTPN III (Persero) mengundang puluhan petani sawit dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia untuk mengunjungi kantor pusatnya di Jakarta.
Sebanyak 42 orang petani dari 38 lembaga pekebun yang didampingi pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR), diterima langsung oleh Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa dan Direktur Hubungan Kelembagaan Irwan Perangin-angin, di Gedung Agro Plaza jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, kata Jatmiko, pihaknya ingin menyatukan visi pekebun sawit smallholders, utamanya dalam kondisi tantangan industri edible oil (minyak yang dapat dimakan) global hari ini. Menurutnya, Indonesia tidak boleh terlena dengan status sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia.
“Tingkat pertumbuhan per tahun CPO Indonesia selama rentang lima tahun terakhir cenderung stagnan. Hanya 1,04%. Itu di bawah CAGR minyak nabati lain seperti kedelai (soybean) di 2,98% atau bahkan rapeseed yang mampu menembus 6,25%,” kata Jatmiko dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Senin (18/8/2025).