IDF Memulai Langkah untuk Mengambil Alih Gaza Setelah Netanyahu Memerintahkan Pengurangan Tenggat Waktu
RIAU24.COM - Militer Israel telah memulai langkah pertama dari operasi yang direncanakan untuk mengambil alih Kota Gaza setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan pengurangan tenggat waktu untuk mengambil alih basis Hamas dan mengalahkan kelompok tersebut, ujar juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin, pada hari Rabu.
Setelah bentrokan dengan Hamas di selatan Khan Younis di Jalur Gaza pada hari Rabu, Defrin mengatakan, "Kami akan memperdalam serangan terhadap Hamas di Kota Gaza, basis teror pemerintah dan militer bagi organisasi teroris tersebut."
Pasukan Israel sudah mulai mengepung pinggiran Kota Gaza dan Hamas kini menjadi pasukan gerilya yang babak belur dan babak belur.
“Kami telah memulai operasi pendahuluan dan tahap pertama serangan terhadap Kota Gaza, dan kini pasukan [militer Israel] telah menguasai pinggiran Kota Gaza,” ujarnya.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengungkapkan pada hari Rabu bahwa perdana menteri Israel telah memerintahkan pengurangan jadwal untuk mengambil alih kendali benteng Hamas dan mengalahkan kelompok militan tersebut, tetapi tidak merinci jadwal yang baru.
Sementara itu, militer Israel telah memanggil puluhan ribu tentara cadangan sebagai persiapan untuk serangan terhadap Kota Gaza, karena pemerintah Israel mempertimbangkan proposal baru untuk gencatan senjata setelah hampir dua tahun perang.
Pemanggilan tersebut menunjukkan bahwa Israel terus maju dengan rencananya untuk merebut pusat kota terbesar di Gaza meskipun ada ketidaksetujuan internasional terhadap operasi yang kemungkinan mengakibatkan pengungsian lebih banyak warga Palestina.
Seorang pejabat militer yang memberi pengarahan kepada wartawan mengatakan bahwa prajurit cadangan tidak akan melapor bertugas hingga September, suatu interval yang memberi waktu bagi para mediator untuk menjembatani kesenjangan antara Hamas dan Israel mengenai persyaratan gencatan senjata.
Pada hari Rabu, pasukan Israel bentrok dengan lebih dari 15 militan Hamas yang muncul dari terowongan dan menyerang mereka dengan tembakan dan rudal anti-tank di dekat Khan Younis, selatan Kota Gaza, mengakibatkan satu tentara terluka parah dan dua lainnya terluka ringan, kata seorang pejabat militer Israel.
Brigade al-Qassam Hamas mengonfirmasi telah melakukan serangan terhadap pasukan Israel di tenggara Khan Younis dan menyerang pasukan Israel dari jarak dekat.
Dalam sebuah pernyataan, Hamas menyatakan bahwa seorang pejuang meledakkan dirinya di antara para tentara, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, dalam serangan tersebut.
(***)