PTPN IV Regional III Ajak Pemerintah dan Asosiasi Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Lebih jauh, Bambang mengatakan PTPN IV Regional III tidak hanya memastikan keberhasilan program PSR dari sisi produksi, tetapi juga menyiapkan petani untuk bersaing di pasar internasional.
Ia menjelaskan bahwa tantangan global yang kian kompleks-termasuk isu keberlanjutan, efisiensi, dan traceability produk—harus dijawab dengan model kemitraan yang lebih kokoh, transparan, dan saling menguatkan
Salah satu buktinya, saat ini lebih dari 1.700 petani mitra tengah mempersiapkan diri untuk mendapatkan sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).
"Sertifikasi ini bukan hanya soal memenuhi standar ekspor. Lebih dari itu, ini adalah bentuk pengakuan atas posisi petani sebagai pelaku utama industri yang profesional, mandiri, dan tangguh menghadapi persaingan global," paparnya.
"Kami meyakini bahwa kemitraan sejati tidak cukup hanya dibangun di atas kontrak kerja sama, melainkan harus berlandaskan kepercayaan dan kebermanfaatan bersama," lanjut dia.
Menutup pidatonya, Bambang mengajak seluruh elemen bangsa—mulai dari asosiasi petani, dinas pemerintah daerah, hingga perusahaan swasta-untuk memperkuat kolaborasi. Karena hanya dengan kerja sama yang sejajar dan saling menguatkan, petani bisa menjadi tulang punggung industri yang bukan hanya produktif, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan.