Mangrove Pulau Bengkalis Jadi Daya Tarik di Mata Dunia
"Artinya daerah kita menjadi sorotan di mata dunia, terutama di bidang konservasi
mangrove yang dilakukan oleh LPHD Desa Teluk Pambang. Kami sangat mengapresiasi dan terima kasih kepada Bapak Mangrove Teluk Pambang Pak Samsul Bahri atas istiqomahnya melakukan perlindungan dan rehabilitasi mangrove selama 25 tahun. Semoga kedepan kita berharap muncul regenerasi seperti Atuk Samsul ini,"ungkap Rafli.
Menurut Rafli, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran dukungan Pemerintah Kabupaten, kecamatan dan desa, serta kelompok mangrove desa, yang terus berkomitmen melakukan rehabilitasi dan perlindungan mangrove.
Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan konservasi mangrove di Desa Teluk Pambang, terkhusus kepada Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang tidak bosan-bosannya memberikan bimbingan kepada kelompok mangrove di sini.
"Kita berharap kegiatan ini tentunya benar-benar menjadi projek yang berkelanjutan, bukan sebatas kegiatan seremonial saja,"pesan Rafli.
Dihadapan seluruh tamu manca negara, Rafli menjelaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Bantan, memiliki 23 desa, dimana rata-rata desanya adalah wilayah pesisir yang sangat rentan terhadap abrasi, ia berharap semoga melalui kegiatan perlindungan dan rehabilitasi mangrove yang dilakukan secara kolaborasi antar negara ini dapat membantu meminimalisir laju abrasi daerah ini.