Menu

Komisi VII DPR RI Bidik Industri Hijau dan Pariwisata Sejarah di Siak

Lina 10 Feb 2026, 13:00
Komisi VII DPR RI Bidik Industri Hijau dan Pariwisata Sejarah di Siak
Komisi VII DPR RI Bidik Industri Hijau dan Pariwisata Sejarah di Siak

RIAU24.COM - MEMPURA — Anggota MPR/DPR RI Fraksi PKS Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I, Hendri Munif, MBA, mendorong Pemerintah Kabupaten Siak untuk mengembangkan kawasan industri hijau serta mengusulkan Kabupaten Siak masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Dorongan tersebut disampaikan Hendri Munif saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Senin (9/2/2026).

Tak sekadar menyampaikan materi kebangsaan, Hendri Munif yang merupakan anggota Komisi VII DPR RI—membidangi perindustrian, pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM—menegaskan bahwa kunjungannya ke Kabupaten Siak juga bertujuan menyerap langsung aspirasi daerah.

“Siak memiliki posisi strategis, baik dari sisi sejarah, pariwisata, hingga potensi industri. Kehadiran kami di daerah adalah untuk mendengar dan mengawal aspirasi itu ke tingkat nasional,” ujarnya.

Ia menyoroti kuatnya potensi wisata sejarah Kabupaten Siak, yang dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa. Menurut Hendri, kontribusi Kerajaan Siak terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi nilai historis yang layak diangkat ke level nasional.

“Kalau bicara wisata sejarah di Riau, pusatnya ada di Kabupaten Siak. Karena itu, kami mendorong agar kawasan Istana Siak, cagar budaya, dan sekitarnya dapat ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN),” jelasnya.

Di sektor ekonomi kerakyatan, Hendri Munif juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat UMKM melalui optimalisasi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM di Kabupaten Siak.

Sementara untuk sektor industri, ia menaruh perhatian serius pada pengembangan Kawasan Industri Tanjung Buton seluas sekitar 5.600 hektare agar diarahkan menjadi kawasan industri hijau (green industry) yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kawasan Industri Tanjung Buton akan kita kawal agar berkembang sebagai industri hijau yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Lebih lanjut, dalam sesi Sosialisasi Empat Pilar, Hendri menekankan pentingnya pendekatan dialog interaktif agar nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi benar-benar dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita ingin sosialisasi Empat Pilar ini bukan hanya memperkuat semangat kebangsaan, tetapi juga melahirkan kontribusi nyata. Kolaborasi dan sinergi adalah kunci membangun daerah dan negeri,” pungkasnya.(Lin)