Sering Jual Tuak, Emak-Emak di Desa Batas Bakar Dua Warung Remang-Remang
Sering Jual Tuak, Emak-Emak di Desa Batas Bakar Dua Warung Remang-Remang (foto/ist)
"Alasan ibu-ibu ini, seperti yang saya dengar, pertama warung remang-remang ini dinilai telah merusak generasi muda, kedua menyelamatkan nama Negeri Seribu Suluk sementara kafe-kafe bertebaran," jelas Tengku Musrial, Jumat malam.
zxc2
Baca juga: Rohul Tetapkan Siaga Darurat Karhutla 2025
Diakui Musrial, sebagai kepala desa, dirinya juga kecolongan, karena informasi rencana pembakaran itu dirahasiakan oleh ibu-ibu ini. Pasalnya, para ibu-ibu itu beranggapan bahwa dirinya ikut memback-up keberadaan warung remang-remang tersebut.