Menu

Relawan Ganjar Mania Putuskan Bubar Minggu Ini

Amastya 8 Feb 2023, 09:28
Relawan GP Mania putuskan bubar /viva.co.id
Relawan GP Mania putuskan bubar /viva.co.id

RIAU24.COM - Jelang Pemilu dan Pilpres 2024, dinamika politik Indonesia terus memberi kejutan-kejutan.

Terbaru pasukan relawan Ganjar Pranowo Mania memutuskan akan membubarkan diri. Keputusan ini menjadi kejutan karena masih jauh dari pendaftaran capres.

Pembubaran disampaikan langsung oleh Immanuel Ebenezer selaku Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) sekaligus Ketua Relawan Ganjar Pranowo (GP) Mania.

Immanuel mengatakan mereka sudah tidak lagi mendukung Ganjar Pranowo. Untuk pembubaran GP Mania sendiri dilaksanakan pada 9 Februari 2023.

"Yup," kata pria yang akrab disapa Noel ketika dikonfirmasi perihal rencana pembubaran GP Mania pada Selasa (7/2/2023) dikutip Republika.

Noel menambahkan akan turut mengundang rekan-rekan media mulai dari media cetak, media daring dan media elektronik.

Konferensi pers pembubaran GP Mania tersebut akan dilaksanakan di Jalan Panglima Polim Nomor 140, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

Meski begitu, saat ini Noel belum mau mengungkapkan alasan pembubaran GP Mania tersebut. Ia menekankan, alasan sebenarnya yang mendorong dilakukan pembubaran GP Mania itu akan disampaikan langsung saat konferensi pers berlangsung nanti.

Sekedar informasi, GP Mania sendiri dibentuk pada November 2022 lalu.

Kala itu, Noel menuturkan, mereka cuma akan fokus memenangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, dan tidak akan ikut campur dalam urusan-urusan partai politik, termasuk PDI Perjuangan.

"Relawan Ganjar itu hanya fokus soal pemenangan Mas Ganjar," ujar Noel.

Terkait hal-hal dalam internal PDIP yang merupakan partai dari Ganjar Pranowo, Noel mengaku tidak mau ikut-ikutan. Bahkan, sebagai Ketua Umum Joman, kala itu Noel turut mendoakan agar Presiden Joko Widodo bisa menjadi Ketua Umum PDIP.

Pada akhir Desember 2022, Noel sempat menyampaikan ketidakcocokan atas paparan lembaga-lembaga survei tentang pasangan Ganjar Pranowo. Ia berpendapat, peta politik akan berubah sepanjang 2023 dan menjelang 2024.

"Saya yakin, peta 2023 menuju 2024 ada peta politik yang berubah," pungkasnya.

(***)