Menu

Kaesang Kembali Pimpin PSI, Jokowi Turun Gunung: Reformasi Politik atau Konsolidasi Keluarga?

Zuratul 21 Jul 2025, 16:51
Kaesang Kembali Pimpin PSI, Jokowi Turun Gunung: Reformasi Politik atau Konsolidasi Keluarga?
Kaesang Kembali Pimpin PSI, Jokowi Turun Gunung: Reformasi Politik atau Konsolidasi Keluarga?

Dalam pemilihan internal PSI, Kaesang mengungguli dua kandidat lain—Ronald A. Sinaga dan Agus Mulyono Herlambang—melalui sistem e-voting. Kemenangan itu disambut cepat dan mulus, seolah tanpa resistensi. Kaesang pun diminta segera menyusun kepengurusan dan mengkonsolidasikan partai menghadapi Pemilu 2029.

Kongres PSI yang semula dirancang sebagai ajang reformasi internal justru mempertegas arah baru partai tersebut: semakin lekat dengan nama Jokowi. Apakah ini pertanda konsolidasi kekuatan politik keluarga? Atau transformasi PSI menjadi partai modern dan terbuka? Jawabannya tampaknya masih terjebak di antara euforia dan ironi.

Yang pasti, peran Jokowi tak lagi bisa dilihat dari luar pagar. Dukungan politik, simbolisme keluarga, dan kontrol informal terhadap struktur kepemimpinan partai menjadikan PSI tak lepas dari bayang-bayang dinasti politik. Meski Jokowi belum secara resmi bergabung, namun kehadiran dan pengaruhnya sudah menjadi roh yang menghidupkan tubuh PSI.

Kini, publik hanya bisa menunggu: apakah PSI akan membuktikan dirinya sebagai partai muda yang visioner, atau sekadar menjadi alat perpanjangan tangan kekuasaan lama dengan wajah baru.

(***)

Halaman: 23Lihat Semua