Itu Hanya Gimmick! Rocky Gerung Tantang Prabowo Pangkas Oligarki Besar Mulai Taipan-Ordal Kekuasaan
Kritik Rocky memperlihatkan jurang antara simbol dan substansi. Di satu sisi, penghapusan tantiem memang menekan kecemburuan sosial dan memberi sinyal bahwa negara tidak lagi memberi ruang untuk rente jabatan. Namun, di sisi lain, struktur ketimpangan ekonomi-politik masih tetap bertahan.
“Negara kuat bukan karena berani memotong bonus komisaris. Negara kuat karena berani memutus nadi serakah di lingkaran kekuasaan. Kalau itu tidak disentuh, serakahnomic akan tetap hidup, hanya berganti wajah.
Namun, kebijakan ini tidak lepas dari risiko politik. Oligarki yang selama ini menikmati keuntungan dari jabatan di BUMN bisa merasa kepentingannya terusik. Pemerintah pun dituntut untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas politik dan kepercayaan publik.
Di sisi lain, tantangan ekonomi juga kian nyata. Meski pertumbuhan ekonomi nasional masih berada di kisaran 5 persen, realitas di lapangan menunjukkan gejala lain: pemutusan hubungan kerja (PHK) senyap, daya beli melemah, dan tekanan sosial meningkat.
Dalam situasi ini, gestur moral seperti penghapusan tantiem memberi efek psikologis positif bagi masyarakat, walaupun belum menjawab persoalan struktural.
Praktis, langkah berikutnya yang ditunggu publik adalah reformasi tata kelola BUMN.