Kritik Rocky Gerung: Demokrasi Bisa Berubah Jadi Republic of Fear
RIAU24.COM -Peringatan Hari Konstitusi pada 18 Agustus 2025 menjadi momentum refleksi bagi bangsa Indonesia atas perjalanan demokrasi.
Namun, alih-alih meneguhkan kembali prinsip dasar kedaulatan rakyat, peringatan itu justru memunculkan pertanyaan mendasar: apakah konstitusi telah dijalankan sesuai cita-cita para pendiri bangsa?
Dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, pengamat politik Rocky Gerung menilai praktik bernegara saat ini semakin menjauh dari semangat konstitusi.
Menurut dia, negara justru tampil semakin dominan, sementara rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi makin dipinggirkan.
“Konstitusi kita lahir sebagai pintu gerbang menuju kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran setelah bangsa ini bebas dari kolonialisme. Tetapi dalam praktiknya, pintu itu seakan tidak pernah benar-benar dilalui karena negara menempatkan dirinya lebih tinggi daripada rakyat,” ujarnya.
Rocky menjelaskan, konstitusi pada hakikatnya adalah aturan dasar yang lahir untuk menjamin kedaulatan rakyat.