Syahganda Nainggolan Sebut Prabowo Ditarget 2 Tahun Turun Tahta
Di titik ini, Syahganda menilai Istana terlalu lamban.
“Prabowo itu orang lapangan, tapi tim di sekitarnya seperti tidak punya sense krisis. Sementara lawan bergerak cepat, istana justru gagap,” tegasnya.
Ia menambahkan, aparat keamanan yang seharusnya menjadi penjaga stabilitas justru memperburuk citra pemerintah dengan pendekatan lama yang represif.
“BIN dan Polri masih main cara jadul, bahkan konon menyuap mahasiswa. Itu fatal, karena rakyat makin percaya tuduhan bahwa pemerintah represif,” kata dia.
Di dunia digital pun, pemerintah kalah telak. Berbeda dengan era Jokowi, Prabowo tidak memelihara buzzer atau influencer. Akibatnya, narasi kontra pemerintah lebih dominan di media sosial, membentuk persepsi negatif yang menyebar jauh lebih cepat ketimbang fakta di lapangan.
“Kalau di medsos Prabowo terus digambarkan lemah dan lamban, pada akhirnya rakyat akan percaya. Ingat, dalam politik modern, persepsi lebih kuat dari realitas,” ujar Syahganda.