Menu

Riau, Hutan, dan Audit Konsesi, Rocky Gerung: Pembusukan Ekologi Sekaligus Politik Terlihat Paling Telanjang

Zuratul 28 Aug 2025, 15:10
Pengamat Politik Indonesia Sekaligus Filsuf Rocky Gerung. (Tangkapan layar/Channel Youtube @DeddySitorusOfficial)
Pengamat Politik Indonesia Sekaligus Filsuf Rocky Gerung. (Tangkapan layar/Channel Youtube @DeddySitorusOfficial)

Menghadapi masalah pelik antara kepentingan korporasi, masyarakat adat, dan negara, Rocky menawarkan konsep tumpang sari sebagai solusi antarkala. 

Warga tetap diberi ruang mengolah lahan di sekitar hutan sembari status lahan ditata ulang. Dengan begitu, transisi menuju tata ruang adil tidak langsung memutus mata pencaharian rakyat kecil.

“Jangan rakyat kecil langsung dipukul dengan alasan hukum. Beri transisi agar mereka tetap bisa hidup,” ujarnya.

Skema ini sekaligus bisa menjadi uji komitmen pemerintahan baru, apakah keberpihakan hanya pada investor besar, atau juga pada masyarakat yang hidup bertahun-tahun di sekitar hutan.

Prinsip Keadilan: Lockean Proviso

Rocky mengingatkan bahwa keadilan agraria bukan sekadar jargon, melainkan prinsip filosofis yang sudah lama dikenal. Ia merujuk pada teori John Locke, yang dikenal dengan Lockean proviso: ambil secukupnya dari alam, tapi sisakan yang cukup untuk orang lain.

Halaman: 345Lihat Semua