Menu

Melihat Stimulus Angkat Daya Beli Rakyat

Azhar 16 Feb 2026, 23:47
Ilustrasi pasar. Sumber: Kata Data
Ilustrasi pasar. Sumber: Kata Data

RIAU24.COM -Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, Abdul Manap Pulungan menilai stimulus ekonomi yang dibuat pemerintah menjelang Imlek dan bulan puasa bersifat sementara. 

Artinya, daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Hal ini karena harga kebutuhan pokok seperti pangan masih berada di level tinggi, dikutip dari liputan6.com, Senin, 16 Februari 2026.

Semua ini karena tekanan inflasi, khususnya pada sektor pangan yang masih menjadi tantangan utama. 

"Daya beli itu sifatnya sementara, sekali libas saja. Sulit untuk mengangkat daya beli masyarakat karena inflasi masih tinggi, khususnya inflasi makanan," ujarnya.

Inflasi tersebut terutama bersumber dari bahan makanan pokok, seperti beras dan komoditas pangan lain yang sangat dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

"Inflasi bahan makanan, seperti beras dan teman-temannya," ujarnya.

Saat ini kenaikan harga bukan disebabkan oleh stok yang berlebih, melainkan karena pasokan yang menurun sementara permintaan meningkat. 

Lonjakan permintaan tidak hanya datang dari kebutuhan selama Ramadan, tetapi juga dipengaruhi oleh program pemerintah.

"Stok menurun karena demand naik. Bukan hanya untuk puasa, tapi juga untuk MBG," ujarnya.