Melihat Stimulus Angkat Daya Beli Rakyat
RIAU24.COM -Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, Abdul Manap Pulungan menilai stimulus ekonomi yang dibuat pemerintah menjelang Imlek dan bulan puasa bersifat sementara.
Artinya, daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Hal ini karena harga kebutuhan pokok seperti pangan masih berada di level tinggi, dikutip dari liputan6.com, Senin, 16 Februari 2026.
Semua ini karena tekanan inflasi, khususnya pada sektor pangan yang masih menjadi tantangan utama.
"Daya beli itu sifatnya sementara, sekali libas saja. Sulit untuk mengangkat daya beli masyarakat karena inflasi masih tinggi, khususnya inflasi makanan," ujarnya.
Inflasi tersebut terutama bersumber dari bahan makanan pokok, seperti beras dan komoditas pangan lain yang sangat dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
"Inflasi bahan makanan, seperti beras dan teman-temannya," ujarnya.